Masjid Agung, kini dikenal sebagai Masjid Raya Bandung, adalah landmark penting yang terletak di jantung kota—tepat di sebelah timur Alun-Alun Bandung. Selain menjadi pusat ibadah, masjid ini juga menyimpan cerita panjang perkembangan budaya dan arsitektur kota.


masjid agung bandung

Sejarah Berdirinya & Transformasi Bangunan

  • 1810–1812: Dibangun oleh Bupati R.A. Wiranatakusumah II sebagai gedung panggung tradisional bambu beratap rumbia, dengan kolam besar untuk wudhu.
  • 1826: Renovasi setelah kebakaran—dinding diganti kayu, atap masih lapuk.
  • 1850: Dibangun kembali dengan bata dan genteng; dikenal dengan julukan Bale Nyungcung karena atap limas bertingkatnya.
  • 1875: Pondasi diperkuat; pagar batu mengelilingi kompleks.
  • 1900: Penambahan mihrab dan teras (pawestren) sebagai ruang tambahan ibadah.
  • 1930: Teras depan diperluas, dua menara kembar ditambahkan, dirancang mirip atap utama.
  • 1955: Renovasi besar oleh Presiden Soekarno menjelang Konferensi Asia-Afrika—kubah tradisional diganti motif Timur Tengah demi ruangan yang lebih luas.
  • 1973: Gubernur Jawa Barat lalu memodernisasi masjid, menambah lantai dua, ruang wudhu bawah tanah, dan menara tinggi modern.
  • 2001–2003: Pembaruan total—atap limas diganti kubah besar setengah bola (diameter ±30 m), dua kubah samping, menara kembar setinggi 81 m, dan area kompleks digabung ke Alun-Alun. Nama juga diubah menjadi Masjid Raya Bandung, statusnya menjadi masjid provinsi.

Arsitektur & Ciri Khas masjid

  • Kubus besar & dua kubah pendamping menawarkan tampilan modern Islami.
  • Dua menara kembar setinggi 81 m—dapat dinaiki publik saat akhir pekan untuk panorama kota & pemandangan Tangkuban Perahu.
  • Luas lahan ± 23.448 m², luas bangunan ± 8.575 m², mampu menampung hingga 13.000 jemaah.
  • Fasad dan interior: Kombinasi motif Sunda dan Timur Tengah dengan mozaik, batu alam, kaligrafi, serta ornamen ukir khas budaya lokal.

Fungsi & Kegiatan Saat Ini

Masjid Raya Bandung tidak hanya tempat shalat, tetapi juga menjadi:

  • Pusat kajian agama dan pengajian massal, terutama saat Ramadan.
  • Venue acara seni islami, pernikahan, hingga kegiatan kemasyarakatan.
  • Destinasi wisata religi dan sejarah dengan akses mudah ke Alun-Alun dan situs heritage kota lainnya.

Mengapa Harus Dikunjungi dengan Zumar Tour?

Zumar Tour menyajikan pengalaman City Heritage Tour yang menggabungkan Masjid Raya dengan beragam destinasi ikonik Bandung. Keunggulannya:

  • Tur guide berpengetahuan sejarah dan artistik.
  • Itinerary efisien: Masjid Raya, Alun-Alun, Braga, dan De Majestic dalam satu paket.
  • Transportasi nyaman & fleksibel untuk berbagai skala grup.
  • Dokumentasi momen berkesan secara profesional. “Menjelajahi Masjid Raya Bandung bukan sekadar wisata religi—melainkan pelajaran hidup yang menyatu dengan ragam sejarah, arsitektur, dan budaya kota.” bersama Zumar Tour, pengalaman ini akan meninggalkan makna yang mendalam dan tak terlupakan.

PILIHAN PAKET KEGIATAN

Offroad

Kegiatan wisata offroad Bandung adventure yg memacu adrenalin menggunakan Land Rover, mengarungi track menantang, melewati tanah lumpur, sungai, hutan.
Team Building

Outbound

Membangun kerjasama dalam sebuah kompetisi untuk memecahkan simulasi games outbound secara fun dan energik.

Rafting

Kegiatan mengarungi sungai menggunakan perahu karet, dengan dipandu oleh Guide dan didampingi oleh arung jeram Team Resque.
Team Building

Paintball

Simulasi adu tempur seru secara berkelompok, menggunakan senjata marker paintball, dengan body protector dan google full face.